ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANGGOTA MENDERITA HIPERTENSI
Untuk
memenuhi tugas matakuliah Keluarga
Oleh
Isna
Khusnul Khotimah
1201300023
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN
KESEHATAN MALANG
JURAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN BLITAR
JUNI 2014
ASUHAN
KEPERAWATAN KELUARGA
A. PENGKAJIAN
(tanggal) : 03 Mei 2014
I.
Data
Umum
1. Kepala Keluarga (KK) :
Tn. R (Umur: 44 tahun)
2.
Alamat
dan Telepon : Trenggalek
3.
Pekerjaan
KK : Swasta (Pedagang)
4.
Pendidikan
KK : SMA
5.
Komposisi
keluarga : ayah, ibu, anak, nenek
No
|
Nama
|
Umur
|
JK
|
Hubungan dengan KK
|
Tempat / Tanggal Lahir
|
Pekerjaan
|
Pendidikan
|
1.
|
Tn. R
|
44 th
|
L
|
|
Tuban, 7 September 1970
|
Swasta
|
SMA
|
2.
|
Ny. Nw
|
45th
|
P
|
Istri
|
Trenggalek, 12 Mei 1969
|
Swasta
|
SMA
|
3.
|
An. F
|
13th
|
L
|
Anak
|
Trenggalek,8 Agustus 2000
|
Pelajar
|
SD
|
4.
|
Ny. M
|
82th
|
P
|
Mertua
|
Trenggalek, 8 Januari 1932
|
Tani
|
SD
|
6. Tipe Keluarga :
Keluarga extended (ayah, ibu, anak, / Ny. M (ibu kandung Ny. Nw) )
7.
Suku
bangsa : Jawa/Indonesia
8.
Agama : Islam
9.
Status
sosial ekonomi keluarga
Penghasilan keluarga kurang lebih Rp.
1.500.000 / bln yang diperoleh dari hasil usaha (pedagang kerupuk) Tn. R dan
Ny. Nw. Menurut keluarga penghasilan keluarga sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari.
10. Aktivitas rekreasi keluarga
Kegiatan keluarga untuk mengisi waktu luang
menonton TV, kadang anak Tn. R bermain sepak bola di sore hari, keluarga jarang
menyediakan waktu untuk berekreasi bersama.
II.
Riwayat
dan tahap perkembangan keluarga
a.
Tahap perkembangan
keluarga saat ini:
Keluarga Tn. R dalam
tahap perkembangan yaitu pada tahap V yaitu keluarga dengan anak remaja. Dengan
tugas perkembangan :
Ø Menyediakan kembali fasilitas dan sumber- sumber
Ø Menyertakan remaja untuk tanggung jawab dalam keluarga
Ø Mencegah adanya gap komunikasi
Ø Mempertahankan filosuf hidup dalam keluarga
b.
Tugas perkembangan
keluarga yang belum terpenuhi saat ini :
Ø Menyertakan remaja untuk tanggung jawab dalam keluarga
Ø Mencegah adanya gap komunikasi
c.
Riwayat kesehatan keluarga inti
Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya

·
Tn. R mengatakan
keluarganya tidak ada yang pernah menderita penyakit menular dan menderita
penyakit kronis.

·
Ny. Nw mengatakan ayahnya
dulu pernah menderita penyakit liver dan asam lambung.
III.
Data
lingkungan.
a.
Denah
Rumah
b.
Karakteristik
rumah
Ø Luas rumah: 104 m2 (panjang 13m lebar 8m), tipe bangunan
rumah permanen.
Ø Terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi,
ruang tamu dan dapur yang cukup luas, terdapat 2 gudang untuk menyimpan
kebutuhan pokok seperti beras dan barang-barang yang tidak terpakai. Tidak
terdapat kamar moshola. Dalam pemanfaatan ruangan perabot tertata cukup
rapi dan cukup bersih, tidak ada sinar matahari yang masuk melalui genting
kaca.
Ø Lantai tegel, sumber air minum dari sumur yang terletak disebelah
kamar mandi, WC yang dimiliki tedapat septik tank, jarak septik
tank dengan sumur ±5 m, pembuangan limbah melalui selokan.
Ø Halaman ruman dimanfaatkan untuk menanam tanaman hias.
c.
Karakteristik
tetangga dan komunitas RT
Tetangga disekitar rumah Tn. R ramah-ramah
dan merekapun saling menghargai dan saling membantu. Selalu diadakan kerja
bakti setiap akhir bulan untuk membersihkan lingkungan.
d.
Mobilitas
keluarga
Keluarga Tn. R selama ini sebagai penduduk
asli Trenggalek dan tidak pernah pindah rumah. Hanya saja pada tahun
2005 Tn. R pernah tinggal di Jakarta selama 1 tahun untuk bekerja. Sekarang Tn.
R bekerja dari pagi sampai siang untuk menjual kerupuk dan dibantu istrinya, Ny.
M (ibu dari Ny. Nw) sudah tidak dapat bekerja, anakya masih sekolah dan belum
bekerja.
e.
Perkumpulan
keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. R aktif dalam mengikuti
perkumpulan. Tn. R mengikuti kegiatan arisan rutin bulanan dan musyawarah RT,
Ny. Nw mengikuti kegiatan pengajian yang diselenggarakan di masjid setia
minggu. Anaknya mengikuti kegiatan mengaji di masjid dekat rumah setiap sore
hari. Ny. M mengatakan sering berkumpul dengan teman seusianya pada siang hari.
f.
Sistem
pendukung keluarga
Yang merawat Ny. M adalah Ny. Nw, dia mengatakan
mempunyai sedikit tabungan untuk digunakan sewaktu-waktu untuk berobat. Jarak
rumah dengan Puskesmas 400 m, namun keluarga ini jarang berobat ke Puskesmas
dan lebih memilih berobat ke dokter praktik swasta.
IV.
Struktur
Keluarga.
a.
Struktur
peran
Tn. R sebagai KK dan bertanggung jawab terhadap pemenuhan
kebutuhan keluarganya, Ny. Nw sebagai Istri, An. F sebagai anak, Ny. M sebagai
ibu kandung Ny. Nw
b.
Nilai
atau norma keluarga
Keluarga percaya bahwa ujian hidup datang dari Alloh SWT.
Demikian pula dengan sehat dan sakit keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada
obatnya, dan penyakit yang diderita Ny.
M dapat disembuhkan dengan rutin kontrol ke dokter.
c.
Pola
komunikasi keluarga
Anggota keluarga berkomunikasi menggunakan bahasa jawa, Tn.
R dan Ny. Nw tidak pernah menugur Ny. M ketika Ny. M melakukan kesalahan.
Keluarga mendapatkan informasi kesehatan dari TV.
d.
Struktur
kekuatan keluarga
Ny. Nw mengatakan bahwa dia
mengajurkan Ny. M untuk tidak beraktifitas yang dapat membahayakan
kesehatanya.
V.
Fungsi
keluarga
a.
Fungsi
ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan pokok
yaitu makan 3x sehari, pakaian untuk setiap anggota keluarga, mempunyai rumah dan
biaya untuk berobat Ny M. Keluarga juga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan
anakya.
b. Fungsi mendapatkan status social
Tn. R dan Ny. Nw sebagai anggota masyarakat di Trenggalek
c.
Fungsi
pendidikan
Tn. R mempunyai seorang anak,
Tn. R mengatakan tidak menyerahkan pendidikan anaknya ke lembaga sepenuhnya
namun tetap berusaha memahami proses pendidikan dan menayakan apakah yang
diperoleh anaknya saat bersekolah.
d.
Fungsi
sosialisasi
Hubungan antar anggota keluarga baik
dan selalu mentaati norma yang berlaku dimasyarakat.
e.
Fungsi
pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan
1)
Mengenal
masalah kesehatan
Ny. Nw mengatakan Ny. M sering mengeluh pusing karena darah
tinggi.
2)
Mengambil
keputusan mengenai tindakan kesehatan
Apabila Ny. M mengeluh sangat pusing keluarga segera
membawa Ny. M berobat ke dokter praktik swasta.
3)
Kemampuan
merawat anggota keluarga yang sakit
Dalam merawat Ny. M, masih memberikan makanan yang sama
dengan anggota keluarga lainnya, tanpa mengurangi garam untuk membuatkan
makanan khusus yang diberikan kepada lansia, Ny. Nw menganjurkan kepada Ny. M untuk
meminum obat secara teratur.
4)
Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah yang
sehat
Keluarga membersihkan rumahnya setiap
hari, menyapu lantai 2x sehari setiap pagi dan sore, mengepel lantai 1
x/minggu, lantai kamar mandi agak licin.
5)
Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga ini jarang berobat ke Puskesmas dan lebih memilih
berobat ke dokter praktik swasta.
f.
Fungsi
religious
Keluarga Tn. R mengerjakan sholat 5 waktu. Dan
selalu berdoa kepada Allah SWT agar keluarganya selalu diberikan kesehatan.
g.
Fungsi
rekreasi
Kegiatan keluarga untuk mengisi waktu luang
menonton TV dengan saling bercakap-cakap.
h.
Fungsi
reproduksi
Jumlah anak 1 orang kelas VII MTSN. Keluarga
tidak pernah menjelaskan pendidikan seks di usia dini anak.
i.
i. Fungsi afeksi
Hubungan antara
keluarga baik, saling menyayangi, saling mendukung dan membantu, apabila salah
satu anggota keluarga ada yang sakit langsung dibawa ke dokter untuk
berobat.
VI.
Stres
dan koping keluarga.
a.
Stressor
yang dimiliki:
Ny. Menderita hipertensi sejak 2 tahun yang lalu, Ny. M pernah
mengalami stroke ringan pada 8 bulan yang lalu dan pada akhir-akhir ini Ny. M sering
mengeluh pusing. Keluarga takut tejadi serangan stoke ulang pada Ny. M.
b.
Kemampuan
keluarga berespon terhadap stressor
Apabila Ny. M mengeluh pusing keluarga segera membawa kedokter
praktik swasta.
c.
Strategi
koping yang digunakan
Keluarga sudah menerima keadaan Ny. M saat ini karena
menurut keluarga hal ini merupakan cobaan dari Allah SWT dan yakin bahwa
penyakit yang diderita Ny. M dapat disembuhkan.
d.
Strategi
adaptasi disfungsional
Apabila
Ny. M mengeluh pusing keluarga meganjurkan untuk beristirahat.
VII.
Pemeriksaan
kesehatan tiap individu anggota keluarga
Menurut Ny. Nw anggota keluarga tidak
mempunyai keluhan atau penyakit. Hanya Ny. M saja yang sering mengeluh pusing
karena tekanan darah tinggi.
NO
|
Pemeriksaan
Fisik
|
Ny. M
|
Tn. R
|
Ny. Nw
|
An. F
|
||
1.
|
TTV
|
TD:160/90 mmHg
N : 86 x/menit
RR : 18 x/menit
T: 36,8OC
|
TD : 130/80 mmHg
N : 86x/menit
RR : 22x/menit
T: 37OC
|
TD : 110/70 mmHg
N : 78 x/menit
RR : 20 x/menit
T: 36,6OC
|
TD: 120/70
N:80x/menit
RR: 18x/menit
37,1OC
|
||
2.
|
Kepala
|
Simetris, rambut beruban, tidak ada ketombe,sedikit
kusut,penyebaran rambut merata.
|
Simetris,bersih,tidak ada ketombe,rambut hitam,tidak
terdapat lesi.
|
Simetris, rambut hitam, tidak ada ketombe, tidak
terdapat lesi.
|
Simetris, rambut hitam, tidak ada ketombe,tidak
terdapat lesi.
|
||
3.
|
Leher
|
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid
(struma).
|
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid
(struma).
|
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid
(struma).
|
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid
(struma).
|
||
3.
|
Mata
|
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,ada
katarak, penglihatan kabur.
|
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,
tidak ada katarak, penglihatan jelas.
|
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,tidak
ada katarak, penglihatan jelas.
|
Konjungtiva tidak terlihat anemis,sklera tidak
ikterik, tidak ada katarak, penglihatan jelas.
|
||
4.
|
Telinga
|
Simetris, terdapat serumen, tidak terdapat nyeri
tekan,Fungsi pendengaran baik.
|
Simetris, keadaan bersih, tidak terdapat nyeri
tekan, Fungsi pendengaran baik.
|
Simetris, keadaan bersih, tidak terdapat nyeri
tekan, Fungsi pendengaran baik.
|
Simetris, keadaan bersih, tidak terdapat nyeri
tekan,Fungsi pendengaran baik.
|
||
5.
|
Hidung
|
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
|
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
|
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
|
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
|
||
6.
|
Mulut
|
Mukosa mulut sedikit kering,keadaan bersih,Tidak ada
kelainan
|
Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada
kelainan
|
Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada
kelainan
|
Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada
kelainan
|
||
7.
|
Dada dan thorak
|
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1
dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-),
wheezing (-)
|
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1
dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-),
wheezing (-)
|
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1
dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-),
wheezing (-)
|
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1
dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-),
wheezing (-)
|
||
8.
|
Abdomen
|
Tidak ada luka bekas operasi. peristaltik usus
16x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
|
Tidak ada luka bekas operasi. peristaltik usus
20x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
|
ada luka bekas operasi SC, peristaltik usus
20x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
|
Tidak ada luka bekas operasi. peristaltik usus
16x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
|
||
9.
|
Keluhan
|
Sering pusing
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
||
VIII.
Harapan
keluarga
Keluarga berharap Ny. M cepat sembuh dan
berharap kepada petugas kesehatan agar selalu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Analisis data
No
|
Data
|
Masalah
|
Penyakit
|
1.
|
DS :
Ny. M mengatakan sering sakit
kepala, di bagian samping sebelah kanan.
DO :
-Ny. M memegang kepala bagian samping kanan
-Ny. M mengerutkan kening
|
Nyeri
|
Gangguan
rasa nyaman nyeri
|
2.
|
DS : Ny.
M mengatakan malas memakai sandal ketika berjalan menuju kamar mandi.
DO : terlihat
Ny. M tidak memakai sandal ketika berjalan ke kamar mandi.
|
Resiko
cidera
|
Resiko
terjadi cidera pada Ny. M
|
I. Perumusan
diangnosa keperawatan
No
|
Diangnosa keperawatan (PES)
|
1.
|
Gangguan rasa
nyaman: Nyeri kepala pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan hipertensi.
|
2.
|
Resiko terjadinya cidera pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memodifikasi lingkungan yang aman bagi Ny. M untuk berjalan.
|
Penilaian scoring diangnosa
keperawatan
Diagnosa I :
No.
|
KRITERIA
|
SKOR
|
PEMBENARAN
|
1.
|
Sifat masalah :
tidak kurang sehat
|
3/3 X 1=1
|
Nyeri
kepala disebabkan adanya peningkatan tekanan vascular cerebral.
|
2.
|
Kemungkinan
masalah dapat diubah: sebagian
|
2/2 X1=1
|
Dengan
rutin kontol dan minum obat teratur tekanan darah dapat terkontrol.
|
3.
|
Potensial
masalah untuk
dicegah : cukup
|
2/3 X 1=2/3
|
Rasa
nyeri dapat berkurang melalui perawatanyang tepat.
|
4
|
Menonjolnya
masalah :
Masalah
berat, harus segera ditangani
|
2/2 X 1=1
|
Keluarga menyadari Ny. M mempunyai masalah dampak
dari hipertensi maka segera mengatasi masalah tersebut
|
|
Jumlah
|
3 2/3
|
|
Diagnosa
II :
No
|
KRITERIA
|
PERHITUNGAN
|
PEMBENARAN
|
1
|
Sifat masalah :
ancaman
kesehatan
|
2/3 X 1=2/3
|
Adanya ancaman kesehatan, apabila masalah
tidak segera diatasi akan membahayakan Ny. M karena pada waktu pagi hari
sampai siang hari Ny. M tinggal di rumah sendiri tanpa pengawasan.
|
2
|
Kemungkinan masalah
dapat di ubah :
mudah
|
2/2 X 2=2
|
Masalah mudah diatasi dengan anggota keluarga
menganjurkan Ny. M untuk memakai sandal ketika menuju kamar mandi.
|
3
|
Potensial masalah untuk dicegah :
Cukup
|
2/3 X 1=2/3
|
Keluarga cukup mampu untuk mengatasi masalah yang ada.
|
4
|
Menonjolnya masalah : masalah tidak dirasakan
|
0/2 X 1=0
|
Masalah tidak
dirasakan keluarga karena masalah tersebut
merupakan hal yang wajar dan menurut keluarga tidak akan menyebabkan Ny. M terjatuh
karena tidak memakai sandal.
|
|
Jumlah
|
3 1/3
|
|
II. Prioritas
diangnosa keperawatan
Prioritas
|
Diangnosa keperawatan
|
Skor
|
1.
|
Gangguan rasa nyaman: Nyeri kepala pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
dalam merawat anggota
keluarga dengan hipertensi.
|
3 2/3
|
2.
|
Resiko terjadinya cidera pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memodifikasi lingkungan yang aman bagi Ny. M untuk berjalan.
|
3 1/3
|
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Nama pasien : Ny. M
Umur :
82 tahun
Diangnosa
keperawatan :Gangguan rasa nyaman: Nyeri kepala pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat
anggota keluarga dengan hipertensi.
NO
|
DATA
|
MASALAH
|
TUJUAN
|
KRITERIA
|
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
|
DS :
Ny. M mengatakan sering sakit
kepala, di bagian samping sebelah kanan.
DO :
Ny. M memegang kepala
bagian samping kanan
Ny. M mengerutkan kening.
|
Nyeri
|
Tujuan Jangka Pendek:
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan rasa nyeri teratasi atau hilang.
Tujuan Jangka Panjang:
Setelah
dilakukan kunjungan rumah 3 kali diharapkan keluarga mampu memberikan
keperawatan pada Ny. M dengan nyeri.
|
Verbal :
Pengetahuan
Perilaku
Psikomotor
|
1.
Bangun hubungan terapeutik yang didasarkan pada rasa saling
menmghargai dan percaya antara klien dan perawat: ucapkan salam, jelaskan
tujuan da kontrak waktu.
2. Ukur tanda-tanda vital Ny. M
3. Ajarkan Ny. M dan keluarga latihan
teknik relaksasi
4. Anjurkan keluarga agar Ny. M menghindari perubahan posisi
mendadak.
5. Anjurkan Ny. M dan keluarga untuk mengkonsumsi makanan sesuai diet
hipertensi.
6. Anjurkan pada keluarga membantu Ny. M untuk ambulasi sesuai kebutuhan.
7.
Anjurkan keluarga untuk
mengontrol tekanan darah Ny. M secara teratur.
|
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Nama pasien : Ny. M
Umur : 82 tahun
Diangnosa
keperawatan : Resiko terjadinya cidera pada Ny. M keluarga Tn. R
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman bagi
Ny. M untuk berjalan.
NO
|
DATA
|
MASALAH
|
TUJUAN
|
KRITERIA
|
INTERVENSI KEPERAWATAN
|
2
|
DS :
Ny. M
mengatakan malas memakai sandal ketika berjalan menuju kamar mandi.
DO :
Terlihat Ny. M tidak memakai sandal ketika berjalan
ke kamar mandi.
|
Risiko cidera
|
Tujuan Jangka Pendek:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan,
melalui kunjungan rumah, keluarga menyediakan sarana yang aman bagi lansia.
Tujuan Jangka Panjang:
Ny. M tidak terjatuh ketika
berjalan.
|
Verbal :
Pengetahuan
Perilaku
Psikomotor
|
1. Ukur tanda- tanda vital Ny. M.
2. Diskusikan tentang bahaya lantai
yang licin.
3. Diskusikan akibatnya bila Ny. M
terjatuh.
4. Diskusikan cara mencegah Ny. M
terjatuh.
5. Ajarkan kepada keluarga untuk
menyelesaikan masalah Ny. M denagn keluarga.
6. Ajarkan kepada keluarga setiap
diskusi perlu diambil suatu keputusan yang terbaik.
7. Bersama keluarga modifikasi
lingkungan yang aman, yaitu anjurkan lansia untuk menggunakan sandal ketika
berjalan menuju ke kamar mandi.
|
IMPLEMENTASI
NO
|
TANGGAL
|
NO DX
|
TINDAKAN
|
TANDA TANGAN
|
|
1.
|
3 Mei 2014
|
1
|
1. Membangun
hubungan terapeutik yang didasarkan pada rasa saling menghargai dan percaya
antara klien dan perawat: mrengucapkan salam, jelaskan tujuan dan kontrak waktu.
2. Mengukur
tanda-tanda vital Ny. M
TD:160/90 mmHg
N : 86 x/menit
RR : 18 x/menit
T: 36,8OC
3.
Mengajarkan Ny. M dan keluarga latihan
teknik relaksasi dengan cara menarik napas dalam dan mengisi
paru-paru dengan udara Perlahan-lahan udaradihembuskan sambil membiarkan
tubuh rileks dan merasakan betapa nyaman hal tersebut. Pasien menarik napas
dalam beberapa kali dengan irama
normal dan menghembuskan pelan-pelan melalui mulut.
4.
Menganjurkan keluarga agar Ny. M menghindari perubahan posisi
mendadak misalnya pada saat berdiri dari posisi duduk.
|
|
|
IMPLEMENTASI
NO
|
TANGGAL
|
NO DX
|
TINDAKAN
|
TANDA TANGAN
|
2.
|
4 Mei 2014
|
1
2.
|
1.
Mengukur tanda-tanda vital Ny. M
TD:140/90 mmHg
N : 80 x/menit
RR : 20 x/menit
T: 36,6OC
2.
Menganjurkan Ny. M dan
keluarga untuk mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi, yaitu rendah garam, garam yang dimaksud
di sini tidak hanya garam dapur tetapi semua garam (natrium) yang terkandung
dalam makanan awetan atau olahan.
3. Menganjurkan pada keluarga membantu Ny. M untuk ambulasi sesuai
kebutuhan.
4. Menganjurkan keluarga untuk mengontrol tekanan darah Ny. M secara
teratur.
5. Mendiskusikan tentang bahaya
lantai yang licin, yaitu Ny. M risiko
jatuh/terpeleset ketika bejalan ke kamar mandi.
6. Mendiskusikan akibatnya bila Ny. M
terjatuh.
7. Mendiskusikan cara mencegah Ny. M
terjatuh, yaitu dengan cara memakai sandal ketika berjalan ke
kamar mandi.
|
|
IMPLEMENTASI
NO
|
TANGGAL
|
NO DX
|
TINDAKAN
|
TANDA TANGAN
|
2.
|
5
Mei 2014
|
2
|
1. Mengukur tanda-tanda vital Ny. M
TD:150/90 mmHg
N : 86 x/menit
RR : 22 x/menit
T: 37OC
2. Mengajarkan kepada keluarga untuk
menyelesaikan masalah Ny. M dengan keluarga, misalnya
keluarga menyediakan sarana yang aman bagi Ny. M.
3. Mengajarkan kepada keluarga setiap
diskusi perlu diambil suatu keputusan yang terbaik.
4. Bersama keluarga memodifikasi lingkungan yang aman, yaitu
menganjurkan lansia untuk menggunakan sandal ketika berjalan menuju ke kamar
mandi.
|
|
EVALUASI
NO DX
|
HARI :
Sabtu
TGL: 3
Mei 2014
JAM:
08.00
|
HARI :
Minggu
TGL: 4
Mei 2014
JAM:10.00
|
HARI :
Senin
TGL: 5
Mei 2015
JAM:
06.00
|
HARI :
TGL:
JAM:
|
1
|
S: Ny. M dan
Keluarga mengatakan masih ada materi yang belum dipahami, yaitu
tentang teknik relaksasi dan mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi.
O: Ny. M dan Keluarga dapat menjawab sebagian
pertanyaaan yang di berikan perawat.
Keluarga belum bisa menjelaskan kembali tentang
apa yang sudah dijelaskan perawat.
A: Masalah belum teratasi
P:
lanjutkan intervensi 4,5,6,7
|
S: Ny. M dan Keluarga mengatakan sudah
memahami tentang teknik relaksasi dan mengkonsumsi makanan sesuai diet
hipertensi.
O: Ny. M dan Keluarga dapat menjawab
pertanyaaan yang diberikan perawat.
Keluarga mampu menjelaskan kembali tentang
apa yang sudah dijelaskan perawat.
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi 5,6,7
|
S: Ny. M dan Keluarga mengatakan mau
melakukan yang telah dianjurkan perawat.
O: Ny. M dan Keluarga dapat menjawab
pertanyaaan yang diberikan perawat.
Keluarga mampu melakukan yang telah dianjurka
perawat
A: masalah teratasi
P: Hentikan
intervensi
|
|
EVALUASI
NO DX
|
HARI :
Sabtu
TGL:
3 Mei
JAM:
08.00
|
HARI :
Minggu
TGL:
4 Mei
JAM:
10.00
|
HARI :
Senin
TGL:
5 Mei
JAM:06.00
|
HARI :
TGL:
JAM:
|
|
S: Ny. M dan
Keluarga mengatakan sudah
memahami materi yang telah didiskusikan.
O: Ny. M dan Keluarga mampu menjelaskan
kembali materi yang telah didiskusikan.
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intevensi 5,6,7
|
S: Ny. M dan
Keluarga mengatakan sudah
memahami materi yang telah didiskusikan.
O: Ny. M dan Keluarga mampu menjelaskan
kembali materi yang telah didiskusikan.
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intevensi 7
|
S: Ny. M dan
Keluarga mengatakan mau
melakukan yang telah dianjurkan perawat.
O: Ny. M dan
keluarga mampu melakukan yang telah dijelaskan perawat.
A: masalah teratasi
P: intevensi dihentikan
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar