Senin, 19 Januari 2015

Asuhan Keperawatan Keluarga

 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANGGOTA MENDERITA HIPERTENSI


Untuk memenuhi tugas matakuliah Keluarga








Oleh
Isna Khusnul Khotimah
1201300023



POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN MALANG
JURAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN BLITAR
JUNI 2014




ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A.    PENGKAJIAN (tanggal) : 03 Mei 2014
                     
       I.            Data Umum
1.      Kepala Keluarga (KK)            : Tn. R (Umur: 44  tahun)
2.      Alamat dan Telepon                : Trenggalek
3.      Pekerjaan KK                          : Swasta (Pedagang)
4.      Pendidikan KK                       : SMA
5.      Komposisi keluarga                 : ayah, ibu, anak, nenek
No
Nama
Umur
JK
Hubungan dengan KK
Tempat / Tanggal Lahir
Pekerjaan
Pendidikan
1.
Tn. R
44 th
L

Tuban, 7 September 1970
Swasta
SMA
2.
Ny. Nw
45th
P
Istri
Trenggalek, 12 Mei 1969
Swasta

SMA
3.
An. F
13th
L
Anak
Trenggalek,8 Agustus 2000
Pelajar

SD
4.
Ny. M
82th
P
Mertua
Trenggalek, 8 Januari 1932
Tani
SD


6.      Tipe Keluarga                          : Keluarga extended (ayah, ibu, anak, / Ny. M (ibu kandung Ny. Nw) )
7.      Suku bangsa                            : Jawa/Indonesia
8.      Agama                                     : Islam
9.      Status sosial ekonomi keluarga
Penghasilan keluarga kurang lebih Rp. 1.500.000 / bln yang diperoleh dari hasil usaha (pedagang kerupuk) Tn. R dan Ny. Nw. Menurut keluarga penghasilan keluarga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
10.  Aktivitas rekreasi keluarga
Kegiatan keluarga untuk mengisi waktu luang menonton TV, kadang anak Tn. R bermain sepak bola di sore hari, keluarga jarang menyediakan waktu untuk berekreasi bersama.

    II.            Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
a.       Tahap perkembangan keluarga saat ini:
Keluarga Tn. R dalam tahap perkembangan yaitu pada tahap V yaitu keluarga dengan anak remaja. Dengan tugas perkembangan :
Ø  Menyediakan kembali fasilitas dan sumber- sumber
Ø  Menyertakan remaja untuk tanggung jawab dalam keluarga
Ø  Mencegah adanya gap komunikasi
Ø  Mempertahankan filosuf hidup dalam keluarga
b.      Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi saat ini :
Ø  Menyertakan remaja untuk tanggung jawab dalam keluarga
Ø  Mencegah adanya gap komunikasi

c.       Riwayat kesehatan keluarga inti
                  
 
Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
*                       Dari pihak suami
·         Tn. R mengatakan keluarganya tidak ada yang pernah menderita penyakit menular dan menderita penyakit kronis.
*                      Dari pihak istri
·         Ny. Nw mengatakan ayahnya dulu pernah menderita penyakit liver dan asam lambung.
 III.            Data lingkungan.
a.       Denah Rumah



b.      Karakteristik rumah

Ø  Luas rumah: 104 m(panjang 13m lebar 8m), tipe bangunan rumah permanen.
Ø  Terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang tamu dan dapur yang cukup luas, terdapat 2 gudang untuk menyimpan kebutuhan pokok seperti beras dan barang-barang yang tidak terpakai. Tidak terdapat kamar moshola. Dalam pemanfaatan ruangan perabot tertata cukup rapi dan cukup bersih, tidak ada sinar matahari yang masuk melalui genting kaca.
Ø  Lantai tegel, sumber air minum dari sumur yang terletak disebelah kamar mandi, WC yang dimiliki tedapat septik tank, jarak septik tank dengan sumur ±5 m, pembuangan limbah melalui selokan.
Ø  Halaman ruman dimanfaatkan untuk menanam tanaman hias.
  
c.       Karakteristik tetangga dan komunitas RT
Tetangga disekitar rumah Tn. R ramah-ramah dan merekapun saling menghargai dan saling membantu. Selalu diadakan kerja bakti setiap akhir bulan untuk membersihkan lingkungan.
d.      Mobilitas keluarga
Keluarga Tn. R selama ini sebagai penduduk asli Trenggalek dan tidak pernah pindah rumah. Hanya saja pada tahun 2005 Tn. R pernah tinggal di Jakarta selama 1 tahun untuk bekerja. Sekarang Tn. R bekerja dari pagi sampai siang untuk menjual kerupuk dan dibantu istrinya, Ny. M (ibu dari Ny. Nw) sudah tidak dapat bekerja, anakya masih sekolah dan belum bekerja.
e.       Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat 
Keluarga Tn. R aktif dalam mengikuti perkumpulan. Tn. R mengikuti kegiatan arisan rutin bulanan dan musyawarah RT, Ny. Nw mengikuti kegiatan pengajian yang diselenggarakan di masjid setia minggu. Anaknya mengikuti kegiatan mengaji di masjid dekat rumah setiap sore hari. Ny. M mengatakan sering berkumpul dengan teman seusianya pada siang hari.
f.       Sistem pendukung keluarga
Yang merawat Ny. M adalah Ny. Nw, dia mengatakan mempunyai sedikit tabungan untuk digunakan sewaktu-waktu untuk berobat. Jarak rumah dengan Puskesmas 400 m, namun keluarga ini jarang berobat ke Puskesmas dan lebih memilih berobat ke dokter praktik swasta.

 IV.            Struktur Keluarga.
a.       Struktur peran
Tn. R sebagai KK dan bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan keluarganya, Ny. Nw sebagai Istri, An. F sebagai anak, Ny. M sebagai ibu kandung Ny. Nw
b.      Nilai atau norma keluarga
Keluarga percaya bahwa ujian hidup datang dari Alloh SWT. Demikian pula dengan sehat dan sakit keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya, dan penyakit yang diderita  Ny. M dapat disembuhkan dengan rutin kontrol ke dokter.
c.       Pola komunikasi keluarga
Anggota keluarga berkomunikasi menggunakan bahasa jawa, Tn. R dan Ny. Nw tidak pernah menugur Ny. M ketika Ny. M melakukan kesalahan. Keluarga mendapatkan informasi kesehatan dari TV.
d.      Struktur kekuatan keluarga
Ny. Nw mengatakan bahwa dia mengajurkan Ny. M untuk tidak beraktifitas yang dapat membahayakan kesehatanya.

    V.            Fungsi keluarga
a.       Fungsi ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan pokok yaitu makan 3x sehari, pakaian untuk setiap anggota keluarga, mempunyai rumah dan biaya untuk berobat Ny M. Keluarga juga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anakya.
b.      Fungsi mendapatkan status social
Tn. R dan Ny. Nw sebagai anggota masyarakat di Trenggalek
c.       Fungsi pendidikan 
Tn. R mempunyai seorang anak, Tn. R mengatakan tidak menyerahkan pendidikan anaknya ke lembaga sepenuhnya namun tetap berusaha memahami proses pendidikan dan menayakan apakah yang diperoleh anaknya saat bersekolah.
d.      Fungsi sosialisasi
Hubungan antar anggota keluarga baik dan selalu mentaati norma yang berlaku dimasyarakat.
e.       Fungsi pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan
1)                  Mengenal masalah kesehatan
Ny. Nw mengatakan Ny. M sering mengeluh pusing karena darah tinggi.
2)                  Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Apabila Ny. M mengeluh sangat pusing keluarga segera membawa Ny. M berobat ke dokter praktik swasta.
3)                  Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
Dalam merawat Ny. M, masih memberikan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya, tanpa mengurangi garam untuk membuatkan makanan khusus yang diberikan kepada lansia, Ny. Nw menganjurkan kepada Ny. M untuk meminum obat secara teratur.
4)                  Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah yang sehat
Keluarga membersihkan rumahnya setiap hari, menyapu lantai 2x sehari setiap pagi dan sore, mengepel lantai 1 x/minggu, lantai kamar mandi agak licin.
5)                  Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga ini jarang berobat ke Puskesmas dan lebih memilih berobat ke dokter praktik swasta.
f.       Fungsi religious
Keluarga Tn. R mengerjakan sholat 5 waktu. Dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar keluarganya selalu diberikan kesehatan.
g.      Fungsi rekreasi
Kegiatan keluarga untuk mengisi waktu luang menonton TV dengan saling bercakap-cakap.
h.      Fungsi reproduksi
Jumlah anak 1 orang kelas VII MTSN. Keluarga tidak pernah menjelaskan pendidikan seks di usia dini anak.
      
i.                     i.    Fungsi afeksi
  Hubungan antara keluarga baik, saling menyayangi, saling mendukung dan membantu, apabila salah satu anggota keluarga ada yang sakit langsung dibawa ke dokter untuk berobat.

  VI.        Stres dan koping keluarga.
a.       Stressor yang dimiliki:
Ny. Menderita hipertensi sejak 2 tahun yang lalu, Ny. M pernah mengalami stroke ringan pada 8 bulan yang lalu dan pada akhir-akhir ini Ny. M sering mengeluh pusing. Keluarga takut tejadi serangan stoke ulang pada Ny. M.
b.      Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor 
Apabila Ny. M mengeluh pusing keluarga segera membawa kedokter praktik swasta.
c.       Strategi koping yang digunakan
Keluarga sudah menerima keadaan Ny. M saat ini karena menurut keluarga hal ini merupakan cobaan dari Allah SWT dan yakin bahwa penyakit yang diderita Ny. M dapat disembuhkan.
d.      Strategi adaptasi disfungsional
Apabila Ny. M mengeluh pusing keluarga meganjurkan untuk beristirahat.

VII.            Pemeriksaan kesehatan tiap individu anggota keluarga
Menurut Ny. Nw anggota keluarga tidak mempunyai keluhan atau penyakit. Hanya Ny. M saja yang sering mengeluh pusing karena tekanan darah tinggi.

NO
Pemeriksaan
Fisik
Ny. M
Tn. R
Ny. Nw
An. F
1.
TTV
TD:160/90 mmHg 
N : 86 x/menit
RR : 18 x/menit
T: 36,8OC
TD : 130/80 mmHg
N : 86x/menit
RR : 22x/menit
T: 37OC
TD : 110/70 mmHg
N : 78 x/menit
RR : 20 x/menit
T: 36,6OC
TD: 120/70
N:80x/menit
RR: 18x/menit
37,1OC
2.




Kepala
Simetris, rambut beruban, tidak ada ketombe,sedikit kusut,penyebaran rambut merata.
Simetris,bersih,tidak ada ketombe,rambut hitam,tidak terdapat lesi.
Simetris, rambut hitam, tidak ada ketombe, tidak terdapat lesi.
Simetris, rambut hitam, tidak ada ketombe,tidak terdapat lesi.
3.
Leher
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid (struma).
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid (struma).
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid (struma).
tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tiroid (struma).
3.
Mata
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,ada katarak, penglihatan kabur.
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak ada katarak, penglihatan jelas.
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik,tidak ada katarak, penglihatan jelas.
Konjungtiva tidak terlihat anemis,sklera tidak ikterik, tidak ada katarak, penglihatan jelas.
4.
Telinga
Simetris, terdapat serumen, tidak terdapat nyeri tekan,Fungsi pendengaran baik.
Simetris, keadaan bersih, tidak terdapat nyeri tekan, Fungsi pendengaran baik.
Simetris, keadaan bersih, tidak terdapat nyeri tekan, Fungsi pendengaran baik.
Simetris, keadaan bersih, tidak terdapat nyeri tekan,Fungsi pendengaran baik.
5.
Hidung
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
Simetris,keadaan bersih, tidak ada polip.
6.
Mulut
Mukosa mulut sedikit kering,keadaan bersih,Tidak ada kelainan
Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada kelainan
Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada kelainan
Mukosa mulut lembab,keadaan bersih,Tidak ada kelainan
7.
Dada dan thorak
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-), wheezing (-)
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-), wheezing (-)
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-), wheezing (-)
Pergerakan dada terlihat simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal,tidak terdapat palpitasi, suara mur-mur (-), ronchi (-), wheezing (-)
8.
Abdomen
Tidak ada luka bekas operasi. peristaltik usus 16x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
Tidak ada luka bekas operasi. peristaltik usus 20x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
ada luka bekas operasi SC, peristaltik usus 20x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
Tidak ada luka bekas operasi. peristaltik usus 16x/mnt,tidak didapatkan adanya pembesaran hepar.
9.
Keluhan
Sering pusing
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

VIII.            Harapan keluarga
Keluarga berharap Ny. M cepat sembuh dan berharap kepada petugas kesehatan agar selalu meningkatkan  mutu pelayanan kesehatan.

B.     DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Analisis data
No
Data
Masalah
Penyakit
1.
DS :
Ny. M mengatakan sering sakit kepala, di bagian samping sebelah kanan.

DO :
-Ny. M  memegang kepala bagian samping kanan
-Ny. M mengerutkan kening


Nyeri
Gangguan rasa nyaman nyeri
2.
DS : Ny. M mengatakan malas memakai sandal ketika berjalan menuju kamar mandi.
DO : terlihat Ny. M tidak memakai sandal ketika berjalan ke kamar mandi.
Resiko cidera
Resiko terjadi cidera pada Ny. M




I.     Perumusan diangnosa keperawatan
No
Diangnosa keperawatan (PES)
1.
Gangguan rasa nyaman: Nyeri kepala pada Ny. M  keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan hipertensi.
2.
Resiko terjadinya cidera pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman bagi Ny. M untuk berjalan.












Penilaian scoring diangnosa keperawatan
Diagnosa I :
No.

KRITERIA
SKOR
PEMBENARAN
1.
Sifat masalah :
tidak kurang sehat
3/3 X 1=1
Nyeri kepala disebabkan adanya peningkatan tekanan vascular cerebral.
2.
Kemungkinan masalah dapat diubah:  sebagian
2/2 X1=1
Dengan rutin kontol dan minum obat teratur tekanan darah dapat terkontrol.
3.
Potensial masalah untuk dicegah : cukup
2/3 X 1=2/3

Rasa nyeri dapat berkurang melalui  perawatanyang tepat.
4
Menonjolnya masalah :
Masalah berat, harus segera ditangani
2/2 X 1=1
Keluarga menyadari Ny. M mempunyai masalah dampak dari hipertensi maka segera mengatasi masalah tersebut


Jumlah
3  2/3


Diagnosa II :
No
KRITERIA
PERHITUNGAN
PEMBENARAN
1
Sifat masalah :
ancaman kesehatan
2/3 X 1=2/3
Adanya ancaman kesehatan, apabila masalah tidak segera diatasi akan membahayakan Ny. M karena pada waktu pagi hari sampai siang hari Ny. M tinggal di rumah sendiri tanpa pengawasan.

2
Kemungkinan masalah
dapat di ubah :
 mudah

2/2 X 2=2
Masalah mudah diatasi dengan anggota keluarga menganjurkan Ny. M untuk memakai sandal ketika menuju kamar mandi.

3
Potensial masalah untuk dicegah :
Cukup
2/3 X 1=2/3
Keluarga cukup mampu untuk  mengatasi masalah yang ada.

4
Menonjolnya masalah : masalah tidak dirasakan
0/2 X 1=0
Masalah tidak dirasakan keluarga karena masalah tersebut merupakan hal yang wajar dan menurut keluarga tidak akan menyebabkan Ny. M terjatuh karena tidak memakai sandal.

Jumlah
3 1/3


II.  Prioritas diangnosa keperawatan
Prioritas
Diangnosa keperawatan
Skor
1.
Gangguan rasa nyaman: Nyeri kepala pada Ny. M  keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan hipertensi.
3 2/3
2.
Resiko terjadinya cidera pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman bagi Ny. M untuk berjalan.
3 1/3














RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Nama pasien                            : Ny. M
Umur                                       : 82 tahun
Diangnosa keperawatan           :Gangguan rasa nyaman: Nyeri kepala pada Ny. M  keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan hipertensi.
NO
DATA
MASALAH
TUJUAN
KRITERIA
INTERVENSI KEPERAWATAN

DS :
Ny. M mengatakan sering sakit kepala, di bagian samping sebelah kanan.

DO :
Ny. M memegang kepala bagian samping kanan
Ny. M mengerutkan kening.
Nyeri
Tujuan Jangka Pendek:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan rasa nyeri teratasi atau hilang.

Tujuan Jangka Panjang:
Setelah dilakukan kunjungan rumah 3 kali diharapkan keluarga mampu memberikan keperawatan pada Ny. M dengan nyeri.
Verbal :
Pengetahuan
Perilaku
Psikomotor

1.      Bangun hubungan terapeutik yang didasarkan pada rasa saling menmghargai dan percaya antara klien dan perawat: ucapkan salam, jelaskan tujuan da kontrak waktu.
2.      Ukur tanda-tanda vital Ny. M
3.      Ajarkan Ny. M dan keluarga latihan  teknik relaksasi
4.      Anjurkan keluarga agar Ny. M menghindari perubahan posisi mendadak.
5.      Anjurkan Ny. M dan keluarga untuk mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi.
6.      Anjurkan pada keluarga membantu Ny. M untuk ambulasi sesuai kebutuhan.
7.      Anjurkan keluarga untuk mengontrol tekanan darah Ny. M secara teratur.



RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Nama pasien                            : Ny. M
Umur                                       : 82 tahun
Diangnosa keperawatan           : Resiko terjadinya cidera pada Ny. M keluarga Tn. R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan yang aman bagi Ny. M untuk berjalan.

NO
DATA
MASALAH
TUJUAN
KRITERIA
INTERVENSI KEPERAWATAN
2
DS :
Ny. M mengatakan malas memakai sandal ketika berjalan menuju kamar mandi.
DO :
Terlihat Ny. M tidak memakai sandal ketika berjalan ke kamar mandi.
Risiko cidera
Tujuan Jangka Pendek:
 Setelah dilakukan tindakan keperawatan, melalui kunjungan rumah, keluarga menyediakan sarana yang aman bagi lansia.
Tujuan Jangka Panjang:
Ny. M tidak terjatuh ketika berjalan.

Verbal :
Pengetahuan
Perilaku
Psikomotor

1.    Ukur tanda- tanda vital Ny. M.
2.    Diskusikan tentang bahaya lantai yang licin.
3.    Diskusikan akibatnya bila Ny. M terjatuh.
4.    Diskusikan cara mencegah Ny. M terjatuh.
5.    Ajarkan kepada keluarga untuk menyelesaikan masalah Ny. M denagn keluarga.
6.    Ajarkan kepada keluarga setiap diskusi perlu diambil suatu keputusan yang terbaik.
7.    Bersama keluarga modifikasi lingkungan yang aman, yaitu anjurkan lansia untuk menggunakan sandal ketika berjalan menuju ke kamar mandi.


IMPLEMENTASI


NO
TANGGAL
NO DX
TINDAKAN
TANDA TANGAN
1.       
3 Mei 2014
1
1.      Membangun hubungan terapeutik yang didasarkan pada rasa saling menghargai dan percaya antara klien dan perawat: mrengucapkan salam, jelaskan tujuan dan kontrak waktu.
2.      Mengukur tanda-tanda vital Ny. M
TD:160/90 mmHg 
N : 86 x/menit
RR : 18 x/menit
T: 36,8OC
3.      Mengajarkan Ny. M dan keluarga latihan  teknik relaksasi dengan cara  menarik napas dalam dan mengisi paru-paru dengan udara Perlahan-lahan udaradihembuskan sambil membiarkan tubuh rileks dan merasakan betapa nyaman hal tersebut. Pasien menarik napas dalam  beberapa kali dengan irama normal dan menghembuskan pelan-pelan melalui mulut.
4.      Menganjurkan keluarga agar Ny. M menghindari perubahan posisi mendadak misalnya pada saat berdiri dari posisi duduk.







IMPLEMENTASI


NO
TANGGAL
NO DX
TINDAKAN
TANDA TANGAN
2.
4 Mei 2014
1




















2.       
1.      Mengukur tanda-tanda vital Ny. M
TD:140/90 mmHg 
N : 80 x/menit
RR : 20 x/menit
T: 36,6OC
2.      Menganjurkan Ny. M dan keluarga untuk mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi, yaitu rendah garam, garam yang dimaksud di sini tidak hanya garam dapur tetapi semua garam (natrium) yang terkandung dalam makanan awetan atau olahan.
3.      Menganjurkan pada keluarga membantu Ny. M untuk ambulasi sesuai kebutuhan.
4.      Menganjurkan keluarga untuk mengontrol tekanan darah Ny. M secara teratur.


5.      Mendiskusikan tentang bahaya lantai yang licin, yaitu Ny. M risiko jatuh/terpeleset ketika bejalan ke kamar mandi.
6.      Mendiskusikan akibatnya bila Ny. M terjatuh.
7.      Mendiskusikan cara mencegah Ny. M terjatuh, yaitu dengan cara memakai sandal ketika berjalan ke kamar mandi.






IMPLEMENTASI


NO
TANGGAL
NO DX
TINDAKAN
TANDA TANGAN
2.
5        Mei 2014
2
1.      Mengukur tanda-tanda vital Ny. M
TD:150/90 mmHg 
N : 86 x/menit
RR : 22 x/menit
T: 37OC
2.      Mengajarkan kepada keluarga untuk menyelesaikan masalah Ny. M dengan keluarga, misalnya keluarga menyediakan sarana yang aman bagi Ny. M.
3.      Mengajarkan kepada keluarga setiap diskusi perlu diambil suatu keputusan yang terbaik.
4.      Bersama keluarga  memodifikasi lingkungan yang aman, yaitu menganjurkan lansia untuk menggunakan sandal ketika berjalan menuju ke kamar mandi.
















EVALUASI
NO DX
HARI : Sabtu
TGL: 3 Mei 2014
JAM: 08.00
HARI : Minggu
TGL: 4 Mei 2014
JAM:10.00
HARI : Senin
TGL: 5 Mei 2015
JAM: 06.00
HARI :
TGL:
JAM:
1
S: Ny. M dan  Keluarga  mengatakan  masih ada materi yang belum dipahami, yaitu tentang teknik relaksasi dan mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi.

O: Ny. M dan Keluarga dapat menjawab sebagian pertanyaaan yang di berikan perawat.
Keluarga belum bisa menjelaskan kembali tentang apa yang sudah dijelaskan perawat.

A: Masalah belum teratasi

P:  lanjutkan intervensi 4,5,6,7
S: Ny. M dan Keluarga mengatakan sudah memahami tentang teknik relaksasi dan mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi.



O: Ny. M dan Keluarga dapat menjawab pertanyaaan yang diberikan perawat.
Keluarga mampu menjelaskan kembali tentang apa yang sudah dijelaskan perawat.

A: masalah teratasi sebagian

P: lanjutkan intervensi 5,6,7
S: Ny. M dan Keluarga mengatakan mau melakukan yang telah dianjurkan perawat.




O: Ny. M dan Keluarga dapat menjawab pertanyaaan yang diberikan perawat.
Keluarga mampu melakukan yang telah dianjurka perawat


A: masalah teratasi

P: Hentikan  intervensi


EVALUASI
NO DX
HARI : Sabtu
TGL: 3 Mei
JAM: 08.00
HARI : Minggu
TGL: 4 Mei
JAM: 10.00
HARI : Senin
TGL: 5 Mei
JAM:06.00
HARI :
TGL:
JAM:

S: Ny. M dan  Keluarga  mengatakan sudah memahami materi yang telah didiskusikan.

O: Ny. M dan Keluarga mampu menjelaskan kembali materi yang telah didiskusikan.

A: masalah teratasi sebagian

P: lanjutkan intevensi 5,6,7










S: Ny. M dan  Keluarga  mengatakan sudah memahami materi yang telah didiskusikan.

O: Ny. M dan Keluarga mampu menjelaskan kembali materi yang telah didiskusikan.

A: masalah teratasi sebagian

P: lanjutkan intevensi 7



S: Ny. M dan  Keluarga  mengatakan mau melakukan yang telah dianjurkan perawat.

O: Ny. M dan  keluarga mampu melakukan yang telah dijelaskan perawat.

A: masalah teratasi
P: intevensi dihentikan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar