SATUAN
ACARA PENYULUHAN
PEMENUHAN
KEBUTUHAN MOBILISASI (ROM AKTIF DAN PASIF)
OLEH
Isna Khusnul
Khotimah
1201300023
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIII KEPERAWATAN BLITAR
Oktober 2014
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
PEMENUHAN
KEBUTUHAN MOBILISASI (ROM AKTIF DAN PASIF)
1.
PRIORITAS
MASALAH
Kurangnya pengetahuan
tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi (rom aktif dan pasif)
2.
TUJUAN
MASALAH
Setelah
dilakukan promosi kesehatan tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi petugas dan pasien
dapat mengerti dan memahami tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi (rom aktif
dan pasif)
3.
TUJUAN
KHUSUS
Setelah mendapatkan promosi kesehatan
tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi petugas dan pasien mampu
:
1. Menjelaskan
pengertian rom aktif atau pasif
2. Menjelaskan tujuan pelaksanaan rom aktif
atau pasif
3. Menjelaskan Waktu
pelaksanakan rom aktif atau pasif.
4. Menjelaskan
cara atau metode dalam
melakukan rom aktif atau pasif.
4.
MATERI
ATAU POKOK BAHASAN
1.
Pengertian rom aktif
atau pasif.
2.
Tujuan pelaksanaan rom aktif
atau pasif.
3.
Waktu pelaksanakan rom aktif
atau pasif.
4.
Cara atau metode dalam
melakukan rom aktif atau pasif.
5.
METODE
Menggunakan metode belajar bed side teaching
dengan teknik :
·
Cara Pencapaian : Latihan
·
Waktu : 30 menit
·
Sarana : Leaflet
·
Hari/Tanggal : Selasa, 7 Oktober 2014
·
Tempat : UPT PSLU Blitar di Tulungagung
6.
STRATEGI
PENYULUHAN/PELAKSANAN
Hari/Tanggal
Pelaksanaan :
Selasa, 7
Oktober 2014
Pukul :10.00
MATERI
|
WAKTU
|
KEGIATAN
|
Pembukaan
|
5
menit
|
·
Memberi salam
·
Memperkenalkan diri
·
Menjelaskan tujuan
·
Meminta kesediaan klien untuk memulai
melaksanakan promosi kesehatan
|
Penyampaian
isi penyuluhan
|
15
menit
|
·
Pengertian Rom aktif atau Pasif
·
Tujuan melaksanakan Rom aktif atau Pasif
·
Waktu pelaksanaan Rom aktif atau Pasif
|
Penutup
|
10
menit
|
·
Evaluasi
|
LEMBAR MATERI
I.
PENGERTIAN
Rom pasif adalah suatu latihan yang
diberikan kepada pasien yang tidak mampu bergerak. Bagian persendian tubuh
seperti leher, bahu, siku, pergelangan tangan, jari tangan, jempol, panggul,
lutut, engsel, dan jempol kaki. Harus digerakkan secara rutin untuk mencegah
diformitas dan gangguan untuk menghindari otot yang abnormal. Perawat harus
memastikan bahwa klien melatih semua persendiannya selama dilakukan Rom.
Latihan Rom biasanya dilakukan di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan
oleh perawat, tetapi Rom juga dapat dilakukan di rumah oleh anggota keluarga
yang telah mendapatkan bimbingan dari tenaga kesehatan untuk melakukan Rom
ROM
pasif : Perawat melakukan gerakan persendian
klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif), Kekuatan otot 50 %.
ROM aktif : Perawat memberikan motivasi, dan
membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai
dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Kekuatan otot 75 %. Jenis
gerakan Fleksi Ekstensi Hiper ekstensi Rotasi Sirkumduksi Supinasi Pronasi
Abduksi Aduksi Oposisi (Potter and Perry, 2006).
II.
TUJUAN
DI LAKUKANNYA ROM PASIF
1. Mempertahankan
atau memelihara kekuatan otot
2. Memelihara
mobilitas persendian
3. Menstimulasi
sirkulasi
4. Mempercepat
rehabilitas
5. Mencegah
terjadinya kecacatan
Waktu
pelaksanaan : Pelaksanaan 3 x sehari secara teratur selama 15 menit
III.
CARA
LATIHAN ROM PASIF
Latihan
Rom Pasif anggota gerak atas
1. Fleksi
dan Ekstensi Pergelangan Tangan
Cara
:
-
Atur posisi lengan
pasien dengan menjahui sisi tubuh dan siku menekuk dengan lengan.
-
Pegang tangan pasien
dengan satu tangan dan tangan yang lainnya memegang pergelangan tangan pasien.
-
Tekuk tangan pasien ke
depan sejauh mungkin.
2. Fleksi
dan Ekstensi Siku
Cara
:
-
Atur posisi lengan
pasien dengan menjahui sisi tubuh dengan telapak mengarah ke tubuhnya.
-
Letakkan tangan di atas
siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan lainnya.
-
Tekuk siku pasien
sehingga tangannya mendekat bahu.
-
Lakukan dan kembalikan
ke posisi sebelumnya.
3. Pronasi
dan Supinasi Lengan Bawah
Cara
:
-
Atur posisi lengan
bawah menjahui tubuh pasien dengan siku menekuk.
-
Letakkan satu tangan
perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
-
Putar lengan bawah
pasien sehingga telapaknya menjahuinya.
-
Kembalikan ke posisi
semula
-
Putar lengan bawah
pasien sehingga telapak tangannya menghadap ke arahnya.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
4. Pronasi
fleksi Bahu
Cara
:
-
Atur posisi tangan
pasien di sisi tubuhnya
-
Letakkan satu tangan
perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
-
Angkat lengan pasien
pada posisi semula.
5. Abduksi
dan adduksi
Cara
:
-
Atur posisi lengan
pasien di samping badannya.
-
Letakkan satu tangan
perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
-
Gerakan lengan pasien
menjauh dari tubuhnya ke arah perawat.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
6. Rotasi
bahu
Cara
:
-
Atur posisi lengan
pasien menjahui tubuh dengan siku
menekuk.
-
Letakkan satu tangan
perawat di lengan atas pasien dekat siku dan pegang tangan pasien dengan tangan
yang lain.
-
Gerakkan lengan bawah
ke bawah sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap ke bawah.
-
Kembalikan lengan ke
posisi semula.
-
Gerakkan lengan bawah
ke belakang sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap ke atas.
-
Kembalikan lengan ke
posisi semula.
7. Fleksi
dan Ekstensi Jari-jari
Cara
:
-
Pegang jari-jari kaki
pasien dengan satu tangan sementara tangan lain memegang kaki.
-
Bengkokkan (tekuk)
jari-jari kaki ke bawah.
-
Luruskan jari-jari
kemudian doro ng ke belakang.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
8. Infersi
dan Efersi Kaki
Cara
:
-
Pegang separuh bagian
atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang pergelangan kaki dengan tangan
satunya.
-
Putar kaki ke dalam
sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya,
-
Kembalikan ke posisi
semula.
-
Putar kaki keluar
sehingga bagian telapak kaki menjahui kaki yang lain.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
9. Fleksi
dan Ekstensi Pergelangan Kaki
Cara
:
-
Letakkan satu tangan
perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang lain di atas pergelangan
kaki, arahkan jari-jari kaki ke arah dada pasien.
-
Kembalikan ke posisi
semula..
-
Tekuk pergelangan kaki
menjahui dada pasien.
10. Fleksi
dan Ekstensi Lutut
Cara
:
-
Letakkan satu tangan di
bawah lutut pasien dan pegang tumit pasien dengan tangan yang lain.
-
Angkat kaki, tekuk pada
lutut dan pangkal paha.
-
Lanjutkan menekuk lutut
ke arah dada sejauh mungkin.
-
Ke bawahkan kaki dan
luruskan lutut dengan mengangkat kaki ke atas.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
11. Rotasi
pangkal paha
Cara
:
-
Letakkan satu tangan perawat
pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain di atas lutut.
-
Putar kaki menjahui
perawat.
-
Putar kaki ke arah perawat.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
12. Abduksi
dan Adduksi Pangkal Paha
Cara
:
-
Letakkan satu tangan
perawat di bawah lutut pasien dan satu tangan pada tumit.
-
Jaga posisi pasien
lurus, angkat kaki kurang lebih 8cm dari tempat tidur, gerakkan kaki menjahui
badan pasien.
-
Kembalikan ke posisi
semula.
SUMBER
Tarwoto, Wartonah. 2003. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar