Minggu, 18 Januari 2015

ROM AKTIF DAN ROM PASIF


SATUAN ACARA PENYULUHAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN MOBILISASI (ROM AKTIF DAN PASIF)







OLEH
                                                          Isna Khusnul Khotimah
1201300023







POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIII KEPERAWATAN BLITAR
Oktober 2014



SATUAN ACARA PENYULUHAN
PEMENUHAN KEBUTUHAN MOBILISASI (ROM AKTIF DAN PASIF)

1.      PRIORITAS MASALAH
Kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi (rom aktif dan pasif)

2.      TUJUAN MASALAH
Setelah dilakukan promosi kesehatan tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi petugas dan pasien dapat mengerti dan memahami tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi (rom aktif dan pasif)

3.      TUJUAN KHUSUS
Setelah mendapatkan promosi kesehatan tentang pemenuhan kebutuhan mobilisasi  petugas dan pasien mampu :
1.      Menjelaskan pengertian rom aktif atau pasif
2.      Menjelaskan tujuan pelaksanaan rom aktif atau pasif
3.      Menjelaskan Waktu pelaksanakan rom aktif atau pasif.
4.      Menjelaskan cara atau metode dalam melakukan rom aktif atau pasif.

4.      MATERI ATAU POKOK BAHASAN
1.         Pengertian rom aktif atau pasif.
2.         Tujuan pelaksanaan rom aktif atau pasif.
3.         Waktu pelaksanakan rom aktif atau pasif.
4.         Cara atau metode dalam melakukan rom aktif atau pasif.

5.      METODE
Menggunakan metode belajar bed side teaching dengan teknik :
·         Cara Pencapaian   : Latihan
·         Waktu                  : 30 menit
·         Sarana                  : Leaflet
·         Hari/Tanggal        : Selasa, 7 Oktober 2014
·         Tempat                 : UPT PSLU Blitar di  Tulungagung


6.      STRATEGI PENYULUHAN/PELAKSANAN
Hari/Tanggal Pelaksanaan       : Selasa, 7 Oktober 2014
Pukul                                       :10.00

MATERI
WAKTU
KEGIATAN
Pembukaan







5 menit







·        Memberi salam
·        Memperkenalkan diri
·        Menjelaskan tujuan
·        Meminta kesediaan klien untuk memulai melaksanakan promosi kesehatan
Penyampaian isi penyuluhan
15 menit
·        Pengertian Rom aktif atau Pasif
·        Tujuan melaksanakan Rom aktif atau Pasif
·        Waktu pelaksanaan Rom aktif atau Pasif
Penutup
10 menit
·        Evaluasi




LEMBAR MATERI

     I.              PENGERTIAN
Rom pasif adalah suatu latihan yang diberikan kepada pasien yang tidak mampu bergerak. Bagian persendian tubuh seperti leher, bahu, siku, pergelangan tangan, jari tangan, jempol, panggul, lutut, engsel, dan jempol kaki. Harus digerakkan secara rutin untuk mencegah diformitas dan gangguan untuk menghindari otot yang abnormal. Perawat harus memastikan bahwa klien melatih semua persendiannya selama dilakukan Rom. Latihan Rom biasanya dilakukan di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan oleh perawat, tetapi Rom juga dapat dilakukan di rumah oleh anggota keluarga yang telah mendapatkan bimbingan dari tenaga kesehatan untuk melakukan Rom
ROM pasif   :    Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif), Kekuatan otot 50 %. ROM aktif   :    Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Kekuatan otot 75 %. Jenis gerakan Fleksi Ekstensi Hiper ekstensi Rotasi Sirkumduksi Supinasi Pronasi Abduksi Aduksi Oposisi (Potter and Perry, 2006).

    II.            TUJUAN DI LAKUKANNYA ROM PASIF
1.      Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
2.      Memelihara mobilitas persendian
3.      Menstimulasi sirkulasi
4.      Mempercepat rehabilitas
5.      Mencegah terjadinya kecacatan
Waktu pelaksanaan : Pelaksanaan 3 x sehari secara teratur selama 15 menit
 III.            CARA LATIHAN ROM PASIF
Latihan Rom Pasif anggota gerak atas
1.      Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Tangan
Cara :
-          Atur posisi lengan pasien dengan menjahui sisi tubuh dan siku menekuk dengan lengan.
-          Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang lainnya memegang pergelangan tangan pasien.
-          Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin.

2.      Fleksi dan Ekstensi Siku
Cara :
-          Atur posisi lengan pasien dengan menjahui sisi tubuh dengan telapak mengarah ke tubuhnya.
-          Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan lainnya.
-          Tekuk siku pasien sehingga tangannya mendekat bahu.
-          Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya.

3.      Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah
Cara :
-          Atur posisi lengan bawah menjahui tubuh pasien dengan siku menekuk.
-          Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
-          Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjahuinya.
-          Kembalikan ke posisi semula
-          Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangannya menghadap ke arahnya.
-          Kembalikan ke posisi semula.

4.      Pronasi fleksi Bahu
Cara :
-          Atur posisi tangan pasien di sisi tubuhnya
-          Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
-          Angkat lengan pasien pada posisi semula.

5.      Abduksi dan adduksi
Cara :
-          Atur posisi lengan pasien di samping badannya.
-          Letakkan satu tangan perawat di atas siku pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
-          Gerakan lengan pasien menjauh dari tubuhnya ke arah perawat.
-          Kembalikan ke posisi semula.

6.      Rotasi bahu
Cara :
-          Atur posisi lengan pasien  menjahui tubuh dengan siku menekuk.
-          Letakkan satu tangan perawat di lengan atas pasien dekat siku dan pegang tangan pasien dengan tangan yang lain.
-          Gerakkan lengan bawah ke bawah sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap ke bawah.
-          Kembalikan lengan ke posisi semula.
-          Gerakkan lengan bawah ke belakang sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap ke atas.
-          Kembalikan lengan ke posisi semula.

7.      Fleksi dan Ekstensi Jari-jari
Cara :
-          Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan sementara tangan lain memegang kaki.
-          Bengkokkan (tekuk) jari-jari kaki ke bawah.
-          Luruskan jari-jari kemudian doro ng ke belakang.
-          Kembalikan ke posisi semula.

8.      Infersi dan Efersi Kaki
Cara :
-          Pegang separuh bagian atas kaki pasien dengan satu jari dan pegang pergelangan kaki dengan tangan satunya.
-          Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki lainnya,
-          Kembalikan ke posisi semula.
-          Putar kaki keluar sehingga bagian telapak kaki menjahui kaki yang lain.
-          Kembalikan ke posisi semula.

9.      Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Kaki
Cara :
-          Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang lain di atas pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki ke arah dada pasien.
-          Kembalikan ke posisi semula..
-          Tekuk pergelangan kaki menjahui dada pasien.

10.  Fleksi dan Ekstensi Lutut
Cara :
-          Letakkan satu tangan di bawah lutut pasien dan pegang tumit pasien dengan tangan yang lain.
-          Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal paha.
-          Lanjutkan menekuk lutut ke arah dada sejauh mungkin.
-          Ke bawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki ke atas.
-          Kembalikan ke posisi semula.

11.  Rotasi pangkal paha
Cara :
-          Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain di atas lutut.
-          Putar kaki menjahui perawat.
-          Putar kaki ke arah  perawat.
-          Kembalikan ke posisi semula.

12.  Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha
Cara :
-          Letakkan satu tangan perawat di bawah lutut pasien dan satu tangan pada tumit.
-          Jaga posisi pasien lurus, angkat kaki kurang lebih 8cm dari tempat tidur, gerakkan kaki menjahui badan pasien.
-          Kembalikan ke posisi semula.



 SUMBER
Tarwoto, Wartonah. 2003. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar