Senin, 19 Januari 2015

Toilet Training



SATUAN ACARA PENYULUHAN
TOILET TRAINING







OLEH
KELOMPOK 4
                                                1. DANIEL CHRISTO C.K.P
                                                2. YUDHA RATNA SARI
                                                3. LUTFI NUR ICHWAN
                                                4. IRKA MAHARANI




PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN BLITAR
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN MALANG
2013


SATUAN ACARA PENYULUHAN
TOILET TRAINING
 


Topik                            : Teknik dalam melatih anak toilet training
Sub topik                      : Pengertian, manfaat, tanda-tanda anak siap dilakukan toilet training, tahapan toilet training dan hal yang harus dihindari saat proses toilet training.
Tempat                          : Posyandu Kepanjen Kidul
Sasaran                         : Semua ibu yang memiliki anak usia Anak  usia ± 18 – 24 bulan
Hari / tanggal                : Jumat / 19 April 2013
Pukul                            : 08.00 WIB
Alokasi waktu              : 30  menit
Penyuluh                       : Mahasiswa prodi DIII Keperawatan Blitar – Kelompok 4
 


A.    Tujuan umum

Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran memahami teknik dalam melatih anak  toilet training

B.     Tujuan khusus

Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit ibu dapat :
1.      Menyebutkan pengertian toilet training menurut bahasa sendiri dengan benar
2.      Menyebutkan manfaat dilakukan toilet training
3.      Menyebutkan tanda-tanda anak siap dilakukan toilet training
4.      Menyebutkan tahapan toilet training
5.      Menyebutkan hal-hal ynag harus dihindari selama proses toilet training
6.      Mampu melakukan toilet training pada anaknya

C.    Materi

1.      Pengertian toilet training
2.      Manfaat dilakukan toilet training
3.      Tanda-tanda anak siap dilakukan toilet training
4.      Tahapan toilet training
5.      Hal-hal yang harus dihindari selama proses toilet training


D.    Metode

-          Ceramah
-          Tanya jawab


E.     Media

-          Leaflet
-          LCD proyektor

F.     Strategi
a.       Kontrak dengan ibu (waktu, tempat, topik).
b.      Menggunakan penampang materi dari leaflet agar dapat lebih mudah diperhatikan pasien dan keluarganya.
c.       Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
d.      Dengan tanya jawab langsung.
e.       Melatih ibu  untuk melakukan teknik dalam melatih anak  toilet training.
G.
Proses Penyuluhan

NO
KEGIATAN
WAKTU
PENYAJI
SASARAN
1
Pembukaan
5 menit
1.      Mengucapkan salam
2.      Memperkenalkan diri
1.      Membalas salam
2.      Memperhatikan dan mendengarkan
2
Penyajian bahan tentang:
1.      Pengertian toilet training
2.      Manfaat dilakukan toilet training
3.      Tanda-tanda anak siap dilakukan toilet training
4.      Tahapan toilet training
5.      Hal-hal yang harus dihindari selama proses toilet training
20    An
20 menit

1.      Menyebutkan pengertian toilet training menurut bahasa sendiri dengan benar
2.      Menyebutkan manfaat dilakukan toilet training
3.      Menyebutkan tanda-tanda anak siap dilakukan toilet training
4.      Menyebutkan tahapan toilet training
5.      Menyebutkan hal-hal ynag harus dihindari selama proses toilet training
1.      Mendengarkan
2.      Mempertahankan kontak mata
3
Evaluasi
4 menit
1.      Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya untuk mengevaluasi peserta, apakah peserta dapat menjelaskan kembali materi dengan bertanya
2.      Menyimpulkan kembali materi yang disajikan
3.      Diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami materi
4.      Dapat melakukan teknik dalam melatih anak toilet training

4
Penutup
1 menit
1.      Penyaji mengucapkan terima kasih
2.      Mengucapkan salam penutup
1.      Menjawab salam



MATERI TOILET TRAINING
PENGERTIAN
Toilet training (mengajarkan anak ke toilet) adalah cara anak untuk mengontrol kebiasaan membuang air kecil dan buang air besar di tempat yang semestinya.

MANFAAT TOILET TRAINING
v  Mengajarkan anak disiplin, dan hidup bersih.
v  Memacu kreatifitas dan insiatif berfikir anak.
v  Bisa memacu kemandirian anak.
v  Menghindari perilaku malas pada anak sejak dini
TANDA-TANDA ANAK SIAP DILAKUKAN TOILET TRAINING
·         Anak  usia ± 18 – 24 bulan
·         Telah belajar berjalan dan berlari
·         Dapat duduk dan bermain dengan tenang sekitar 5 menit.
·         Dapat memakai dan melepas pakaiannya sendiri.
·         Dapat meniru perilaku orang di sekelilingnya.
·         Dapat mengerti dan mengikuti perintah sederhana.
·         Pola buang air teratur setiap hari
·         Dapat mengatakan dan mengenali tanda-tanda ingin buang air

TAHAPAN TOILET TRAINING
Ø  Biasakan menggunakan toilet pada buah hati untuk buang air
Ø  Mulailah dengan membiasakan anak masuk ke dalam WC.
Ø  Latih si kecil untuk duduk di toilet meski dengan pakaian lengkap.
Ø  Anda dapat menemaninya sambil membacakan buku atau menyanyikan lagu kesayangannya.
Ø  Lakukan secara rutin pada anak ketika terlihat ingin buang air
Ø  Pujilah Bila Anak Berhasil, meskipun kemajuannya tidak secepat yang anda inginkan.
Ø  Contohkan padanya bagaimana menggunakan toilet sehari-hari.
Ø   
HAL YANG DIHINDARI SELAMA PROSES TOILET TRAINING
ü  Jangan berharap terlalu banyak dan terlalu cepat. Karena anak memerlukan waktu untuk belajar.
ü  Jangan memarahi, menghukum, atau mempermalukan anak jika anak belum berhasil menggunakan pispot untuk BAB atau pipis.
ü  Jangan menggunakan cara yang tidak lazim untuk membuat jadwal BAB anak teratur. Misalnya memberikan obat pencahar atau enema
ü  Jangan memaksanya bila si kecil kadang-kadangmogok dan tak mau ke toilet.
ü  Bila si anak mengalami kecelakaan segera bersihkan dan jangan menyalahkannya

DAFTAR RUJUKAN

Supartini, Yupi. 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.

Suryanah. 1996. Keperawatan Anak untuk Siswa SPK. Jakarta: EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar