SIM KEPERAWATAN
Isna Khusnul Khotimah
NIM 1201300023
Tingkat IIIA
POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII
KEPERAWATAN BLITAR
2014
A. PEMBAHASAN
Pendokumentasian
keperawatan sudah saatnya untuk dikembangkan dengan berbasis komputer, walaupun
demikian pendokumentasian asuhan keperawatan yang berlaku di beberapa rumah
sakit di Indonesia umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis. Padahal
pendokumentasian tertulis ini mempunyai banyak kelemahan. Oleh karena itu
pendokumentasian keperawatan yang menggunakan Sistem Informasi Manajemen
Keperawatan perlu diterapkan, hal sesuai dengan pendapat Jasun (2006) yang
mengatyakan bahwa Sistem Informasi Manajemen Keperawatan merupakan “papper
less” dimana fasilitas yang dibuat
menjadi lebih lengkap, karena memuat berbagai aspek pendokumentasian seperti
standar asuhan keperawatan, standart operating procedure (SOP), discharge
planning, jadwal dinas perawat, penghitungan angka kredit perawat, daftar diagnosa
keperawatan terbanyak, daftar NIC terbanyak, laporan implementasi, laporan
statistik, resume perawatan, daftar SAK, presentasi kasus on line, mengetahui
jasa perawat, monitoring tindakan perawat & monitoring aktifitas perawat
laporan shift dan monitoring pasien oleh PN atau kepala ruang saat sedang
rapat.
B.
KELEBIHAN SIM KEPERAWATAN
1. Sistem Informasi manajemen
asuhan keperawatan lebih efisien, dan produktifitas.
2. Dengan sistem
dokumentasi yang berbasis komputer pengumpulan data dan untuk mendapatkan data yang
telah tersimpan dapat dilaksanakan dengan cepat dan lengkap.
3. Dapat melihat kelanjutan
dari edukasi ke pasien
4. Melihat epidemiologi penyakit
serta dapat memperhitungkan biaya dari pelayanan kesehatan (Liaw,T.
1993).
5. Dokumentasi keperawatan juga
dapat tersimpan dengan aman.
6. Menurut Herring dan Rochman
(1990) diambil dalam Emilia, 2003: beberapa institusi kesehatan yang menerapkan
system komputer, setiap perawat dalam tugasnya dapat menghemat sekitar 20-30
menit waktu yang dipakai untuk dokmuntasi keperawatan dan meningkat
keakuratan dalam dokumentasi keperawatan
7. Sistem informasi manajemen
berbasis komputer dapat menjadi pendukung pedoman bagi pengambil
kebijakan/pengambil keputusan di keperawatan/Decision Support System
dan Executive Information System.(Eko,I. 2001)
8. Informasi asuhan keperawatan
dalam sistem informasi manajemen yang berbasis komputer dapat digunakan
dalam menghitung pemakaian tempat tidur /BOR pasien, angka nosokomial,
penghitungan budget keperawatan dan sebagainya. Dengan adanya data yang akurat
pada keperawatan maka data ini juga dapat digunakan untuk informasi bagi tim
kesehatan yang lain. Sistem Informasi asuhan keperawatan juga dapat menjadi
sumber dalam pelaksanaan riset keperawatan secara khususnya dan riset kesehatan
pada umumnya (Udin,and
Martin, 1997).
9. Menghemat tempat karena dapat
tersimpan dalam ruang yang kecil yang berukuran 10 cm x 15 cm x 5 cm .
Sistem ini sering dikenal dengan Sistem informasi manjemen.
C. KEKURANGAN
SIM KEPERAWATAN
1.
Sistem informasi manajemen
keperawatan sampai saat ini juga masih sangat minim di rumah sakit
Indonesia.
2.
Komponen-komponen yang ada
dalam sistem informasi yang dibutuhkan dalam keperawatan masih banyak
kelemahannya.
3.
Kekahawatiran hilangnya data
dalam satu hard-disk. Memutuskan untuk menerapkan sistem informasi manajemen
berbasis komputer ke dalam sistem praktek keperawatan di Indonesia tidak
terlalu mudah. Hal ini karena pihak manajemen harus memperhatikan
beberapa aspek yaitu struktur organisasi keperawatan di Indonesia, kemampuan
sumber daya keperawatan, sumber dana, proses dan prosedur informasi serta
penggunaan dan pemanfaatan bagi perawat dan tim kesehatan lain.
D. SARAN
Ø Pendokumentasian
keperawatan yang menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan perlu
diterapkan, dimana fasilitas yang dibuat menjadi lebih lengkap, karena memuat
berbagai aspek pendokumentasian. Perlu dibuat suatu mekanisme
pendokumentasian yang mudah dan cepat berkaitan dengan dokumentasi proses
keperawatan dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen.Keperawatan.
Ø
Beberapa alternatif yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan SIM
keperawatan di Indonesia diantaranya adalah; peningkatan alokasi dana,
peningkatan kualitas SDM keperawatan, pengadaan fasilitas teknologi informasi
yang lebih memadai dan terintegrasinya program SIM keperawatan dalam kurikulum
pendidikan keperawatan.
DAFTAR RUJUKAN
Carpenito. 1985.
Nursing diagnosis application to clinical practice. J.B.
Lippincott Co.Philadephia.
Departemen
Kesehatan. 2001. Kebijakan dan strategi Pengembangan Sistem
Informasi Kesehatan Nasional. Depkes. RI. Jakarta
Wordpress.2009.Sistem Informasi Manajemen Keperawatan Berbasis Komputer
dan Manfaatnya. (Online)
(http://yubi89.wordpress.com/2009/11/23/sistem-informasi-manajemen-keperawatan-berbasis-komputer-dan-manfaatnya/, diakses tanggal 17 November
2014)
Blogspot.2013. Sistem
Informasi Manajemen Keperawatan
(http://budimanone.blogspot.com/2013/10/sistem-informasi-manajemen-keperawatan.html, diakses
tanggal 17 November 2014)
Blogspot.2013 Sistem Informasi Manajemen
Keperawatan
(http://dwisetyorinini201093.blogspot.com/2013/10/sistem-informasi-manajemen-keperawatan.html,
diakses tanggal 17 November 2014)
DAFTAR RUJUKAN
Blogspot.2013. Sistem
Informasi Manajemen Keperawatan
Blogspot.2013 Sistem Informasi Manajemen
Keperawatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar